TANTANGAN IPNU-IPPNU DI ERA PANDEMI COVID-19


Covid-19 sudah ditetapkan sebagai pandemi oleh pemerintah Indonesia sejak kurang lebih 6 bulan yang lalu. Pemerintah juga telah menetapkan beberapa kebijakan untuk meminimalisir penyebaran virus. Salah satunya adalah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Inti dari kebijakan ini adalah pembatasan kegiatan-kegiatan yang menyebabkan kerumunan orang atau keramaian sebagai bentuk meminimalisir terjadinya klaster baru covid-19. Akibatnya, banyak kegiatan pokok masyarakat yang harus terhenti akibat pemberlakuan kebijakan PSBB. Dari mulai ekonomi, Kesehatan, sampai Pendidikan.

Salah satu kegiatan pokok masyarakat yang terdampak covid-19 adalah pendididkan. Semenjak covid-19 dinyatakan sebagai pandemi di Indonesia, sekolah-sekolah di beberapa daerah langsung memutuskan untuk melaksanakan pembelajaran via daring di rumah masing-masing. Selain pembelajaran kurang efektif, survey membuktikan delapan dari sepuluh orang tua menyatakan tidak sanggup bila terus dituntut untuk mendampingi kegiatan belajar anak mereka dirumah sedangkan sebagian dari mereka harus bekerja demi kelangsungan hidup keluarga. Tak sedikit juga para pelajar yang mengeluhkan tak bisa mengerjakan tugas karena keterbatasan biaya dalam membeli paket data internet dan kesulitan dalam mengerjakan tugas sedangkan mereka kurang faham apa yang dijelaskan guru dalam pembelajaran via daring.

Pandemi covid-19 juga menyulitkan organisasi pelajar seperti organisasi kami, IPNU-IPPNU. disaat sebelum pandemi kami bisa menuangkan kreatifitas kami lewat program-program sederhana yang biasanya melibatkan banyak remaja dan banyak pihak. Saat ini kami harus berfikir keras supaya kami bisa beradaptasi dengan cepat dan roda organisasi kami tetap berjalan meskipun tidak bisa bertatap muka seperti sebelumnya.

Ini menjadi PR Bersama bagi organisasi pelajar seperti kami. Meskipun sebagian dari kami adalah para pelajar yang masih duduk dibangku Sekolah Menengah Atas sederajat yang mungkin memiliki permasalahan sama, tetapi kami tidak mau terus-menerus meratapi nasib dan mengumpat. Kami memilih menjadikan kondisi yang kami alami sebagai tantangan yang akan kami selesaikan Bersama-sama lewat pengabdian kami sebagai pelajar NU.

Menjawab tantangan tersebut, PAC IPNU IPPNU Megaluh menggagas gerakan bertajuk Megaluh Education Center yang nantinya dapat membantu adik-adik maupun orang tua yang sangat merasakan dampak dari pandemic covid-19 ini.

Melalui gerakan Megaluh Education Center ini, IPNU IPPNU Se-Kecamatan Megaluh mulai mendampingi adik-adik yang kesulitan dalam memahami pembelajaran. Selain mendampingi belajar, para pelajar Nahdlatul Ulama ini juga menyediakan fasilitas internet gratis. Gerakan ini mendapatkan apresiasi dari kalangan pemerintah sampai tokoh NU daerah setempat.

Sudah kewajiban kita sebagai Pelajar NU di era Millenial seperti ini tidak hanya diam dan pasrah dengan keadaan pandemic seperti ini. Kita harus tetap produktif dan menunjukkan eksistensi kita bahwa pelajar Nahdlatul Ulama memiliki progress yang membangun meskipun dengan keterbatasan dalam kegiatan bersosial. 



Komentar